Perkuat Sektor Pertanian, Pemda Gandeng Rumah Tani Nusantara Kembangkan Jagung 2.500 Hektare

Perkuat Sektor Pertanian, Pemda Gandeng Rumah Tani Nusantara Kembangkan Jagung 2.500 Hektare
29
Rabu, 29 April 2026

CIREMAITODAY.COM,KUNINGAN – Pemda Kuningan terus menegaskan komitmennya dalam memperkuat sektor pertanian sebagai pilar utama pembangunan daerah. Langkah konkret itu ditunjukkan melalui penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) kerja sama operasional penyediaan dan pengelolaan pangan, antara PT Rumah Tani Nusantara dengan Kelompok Tani Mekarsari.

Penandatanganan berlangsung di Pasir Batang, Desa Karangsari, Kecamatan Darma, dan dihadiri langsung Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian Silvi Sumanti, Direktur Utama Rumah Tani Nusantara  Bahtiar, Kepala Dinas Ketahanan Pangan dan Pertanian Dr Wahyu Hidayah, serta unsur pemerintah daerah dan para petani setempat.

Direktur Utama Rumah Tani Nusantara, Bahtiar, menjelaskan bahwa kerja sama ini menjadi langkah awal dari program besar pengembangan komoditas jagung seluas 2.500 hektare di Kabupaten Kuningan. Hingga saat ini, realisasi tanam telah mencapai 435 hektare, dan akan bertambah 50 hektare melalui kemitraan tersebut.

“Ini bukan sekadar penandatanganan MoU, tetapi awal dari gerakan besar untuk petani. Kami menargetkan 2.500 hektare, dan berharap sebagian besar dapat terealisasi di Kuningan,”ujarnya, Rabu (1/4).

Menurutnya, jagung memiliki peran strategis, tidak hanya sebagai bahan pangan, tetapi juga sebagai sumber energi alternatif seperti bioetanol. Melalui pola kemitraan ini, petani juga mendapatkan berbagai kemudahan, mulai dari akses permodalan, penyediaan benih dan pupuk, hingga jaminan pembelian hasil panen oleh perusahaan (offtaker).

"Para petani tidak perlu lagi memikirkan proses pasca panen. Kami akan menangani semuanya, mulai dari pembelian hingga menjaga arus kas petani," katanya.

Sementara Bupati Dr H Dian Rachmat Yanuar menegaskan, kerja sama tersebut merupakan langkah strategis dalam mewujudkan kemandirian dan ketahanan pangan daerah.

“Ini bukan sekadar kerja sama biasa, tetapi bagian dari upaya besar membangun system pangan yang kuat dari hulu hingga hilir. Pangan bukan hanya komoditas, tapi menyangkut kemandirian, stabilitas, dan masa depan,”tegasnya.

Ia menekankan, pembangunan sektor pertanian tidak bisa hanya dibebankan kepada perangkat daerah semata, melainkan membutuhkan keterlibatan semua pihak. Menurutnya, penting untuk membangun ekosistem pertanian yang terintegrasi, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran.

Selain itu, Bupati juga mendorong petani untuk mulai bertransformasi menjadi lebih modern dan profesional, serta memperkuat kelembagaan kelompok tani agar mampu bersaing.

“Kita harus membangun pertanian yang tidak hanya fokus pada produksi, tetapi juga nilai tambah. Dengan pengolahan yang baik, hasil pertanian akan memiliki nilai ekonomi yang lebih tinggi,”ungkapnya.

Ia juga mengapresiasi peran Rumah Tani Nusantara sebagai offtaker yang dinilai mampu menjembatani petani dengan pasar, sekaligus memperkuat ekosistem pertanian yang berkelanjutan.

Pada kesempatan yang sama, Asisten Deputi Bidang Peningkatan Daya Saing Produk Pertanian, Silvi Sumanti menekankan pentingnya kolaborasi antara pemerintah, swasta, dan petani dalam mewujudkan swasembada pangan nasional.

“Ketahanan pangan tidak bisa dicapai jika berjalan sendiri-sendiri. Harus ada sinergi kuat antara petani, pemerintah, dan pelaku usaha seperti Rumah Tani Nusantara,”ujarnya.

Ia juga menyoroti tantangan regenerasi petani yang terus menurun setiap tahun. Menurutnya, kepastian pasar dan jaminan harga menjadi faktor penting untuk menarik minat generasi muda terjun ke sektor pertanian.(dri)

Sumber ciremaitoday